Oleh: Keny Elizabeth
Perubahan dalam diriku, bukan karena orang lain tapi karena kamu yang tidak pernah bisa menghargai hubungan kita. Semuanya sia-sia, kamu selalu menyalahkanku dan tidak pernah menganggapku ada. Kamu tidak pernah melihat seberapa besar cintaku, seberapa besar aku menginginkanmu di hidupku. Kamu selalu merasa yang paling benar, tapi kamu salah. Kamu menghancurkan harapanku, membiarkanku jatuh dan tak berdaya. Cintamu hanyalah sebuah janji palsu dan selamanya adalah janji. Aku tidak bisa menahan rasa sakit yang kamu berikan. Aku tidak bisa menahan air mataku melihat kamu mempermainkan hidupku dan sekarang aku mencoba menghapus air mataku dan berdiri di atas rasa sakit yang kau tinggalkan padaku.
Kehadiran orang-orang di sekitarku membuka mataku, menorehkan senyum di wajahku meskipun sangat sulit untuk tersenyum. Tetapi aku harus meninggalkan semua mimpi buruk ini. Itu bukan salahnya yang membuat kita terpisah. Itu bukan salahnya yang membuatku menyerah padamu. Dan itu bukan salahnya yang membawaku pergi menjauh darimu. Tidak pernah menghargai hubungan kita, tidak pernah menjaga ataupun berjuang. Cinta kita runtuh karena kamu. Kamu adalah yang mengakhiri hubungan kita, bukan orang lain. Jadi jangan salahkan dia karena membuat hubungan kita gagal. Kamu adalah yang selalu membuat masalah. Meskipun tidak ada dia, kamu dan aku memang harus berpisah.
Aku harus berterimakasih padanya yang membuatku tersenyum dan mengembalikan warna dalam hidupku. Dia memberikan apa yang tidak pernah kau berikan padaku. Kamu harus tahu selama kita bersama, aku tidak pernah membohongimu dan yang perlu kamu tahu, aku tidak akan kembali lagi. Aku sudah berjanji pada diriku dan aku tidak akan membiarkan diriku disakiti lagi.
Sebuah surat untuk hatiku yang terluka: “Aku tahu kamu punya luka yang sangat dalam dan aku tahu entah bagaimanapun caranya, aku tidak akan bisa menghapus kenangan yang telah terukir. Aku tahu kamu telah disakiti berulang kali. Aku tahu semuanya dan aku berjanji tidak akan membiarkan orang lain menyentuhmu sekarang. aku sudah tidak percaya lagi dengan yang namanya cinta. Kamu adalah hati milik seorang perempuan yang kuat, jadi kamu tidak bisa menyerah begitu saja. Aku tahu beberapa hal tidak berjalan sesuai yang kamu harapkan. Tapi percayalah padaku, kamu tidak perlu merasakan hal-hal seperti itu lagi. Kamu tidak perlu memohon untuk cinta. Kamu hanya perlu menunjukkan pada dunia bahwa kamu bisa melalui ini semua. Berhenti mengharapkan orang lain. Orang-orang yang meninggalkanmu, memang harus meninggalkan. Jika bukan hari ini, mungkin suatu saat. Jadi, lebih cepat lebih baik.”
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment